468x60 Ads

this is elmo doraemon with friends me hello kitty
Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Desember 2013

Pelajar Wonogiri Diwajibkan Bisa Baca-Tulis Quran

Jakarta - Pelajar di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, terancam terkena sanksi jika tidak bisa membaca dan menulis Al-Quran. Ketentuan ini dimasukkan dalam usulan Rancangan Peraturan Daerah tentang Kewajiban Baca dan Tulis Al-Quran dari Partai Persatuan Pembangunan.

"Aturan ini penting untuk membina moral masyarakat," kata Ketua PPP Wonogiri, Anding Sukiman, Senin, 19 November 2012. "Kami telah mengusulkan kepada eksekutif, tetapi tidak mendapatkan tanggapan."

Selanjutnya, PPP Wonogiri akan mengusulakannya ke lembaga legislatif. Menurut Anding, usulan itu telah mendapatkan respon positif. "Kami diminta hadir dalam rapat dengar pendapat yang digelar pertengahan pekan ini," kata Anding. Rapat akan digelar oleh Komisi D bidang sosial dan pendidikan.

Anding mengusulkan hal itu didasarkan tingginya perilaku pergaulan bebas di Wonogiri. "Demikian pula dengan kasus perkosaan dan pencabulan," katanya. Dia yakin aturan tersebut mampu meningkatkan moral masyarat, terutama di kalangan pelajar.

Supaya lolos, PPP akan menggandeng sejumlah organisasi sosial keagamaan karena dukungan secara politis cukup rendah. "Partai kami hanya memiliki dua kursi legislatif," katanya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Wonogiri, Wawan Setyo Nugroho, mengaku mengundang PPP dalam rapat dengar pendapat. "Kami mencoba menghormati usulan tersebut," katanya.

Meskipun demikian, dia tidak yakin usulan tersebut bisa terwujud. "Baru berwujud draft saja sudah muncul banyak pro-kontra," katanya. Sikap dari masyarakat itu muncul lantaran adanya ketentuan sanksi dalam draft raperda.

Wawan menyebutkan, draft tersebut memuat aturan sanksi denda Rp 5 juta dan atau kurungan selama enam bulan bagi lulusan SD, SMP, dan SMA yang tak bisa baca dan tulis Al-Quran. "Aturan sanksi ini ada dalam draft," katanya.

Wawan yakin mereka akan kerepotan membuat kajian. Sebab, selama ini dia belum pernah mendengar ada daerah yang memiliki aturan serupa. "Barangkali Aceh punya, tapi saya belum tahu pasti," katanya.

Adanya aturan sanksi pidana itu dibantah oleh Anding. Dia menyebut hanya mengusulkan sanksi berupa pembuatan surat pernyataan bagi pelajar yang tidak bisa baca dan tulis Al-Qur'an. "Mereka harus membuat surat kesanggupan untuk belajar baca tulis Al-Qur'an," katanya.

Setelah membuat surat itu, pelajar bersangkutan harus membuktikan bahwa mereka sudah bisa membaca Quran dalam waktu enam bulan. "Terserah mereka mau belajar di mana," katanya.


Kurikulum 2013: Waktu Sekolah SD Tambah 10 Jam

Jakarta:Pengurangan jumlah mata pelajaran dalam kurikulum SD maupun SMP 2013 bukannya mengurangi waktu belajar siswa di sekolah. Justru lama pelajaran akan bertambah rata-rata empat jam sampai enam jam.

Siswa SD nanti belajar di sekolahnya kurang lebih 36 jam per pekan. Bertambah sepuluh jam dari saat ini yang hanya 26 jam per pekan. Siswa SMP yang selama ini belajar 32 jam di sekolah kini belajar 38 jam per pekan. Adapun siswa SMA relatif sama dan tak ada perubahan signifikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh mengatakan masih membuka masukan atas kurikulum barunya. “Itulah tujuan uji publik baik melalui sosialisasi seperti ini maupun saran yang kita tampung di website kami," kata M. Nuh dalamSosialisasi dan Uji Publik Kurikulum 2013 dihadapan puluhan Kepala Dinas Pendidikan se Jawa Timur dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan di Hotel Garden Palace Hotel, Surabaya.

Berdasarkan kurikulum baru, siswa SMP akan mendapat sepuluh mata pelajaran dari semula 12 mata pelajaran. Mata pelajaran muatan lokal dan pengembangan diri akan melebur dalam seni budaya dan prakarya.

Adapun siswa SD yang semula mendapat 10 mata pelajaran berkurang menjadi enam mata pelajaran, yakni matematika, bahasa Indonesia, pendidikan agama, pendidikan jasmani dan kesehatan, pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, dan kesenian. IPA dan IPS menjadi tematik di pelajaran lainnya. 




Kewirausahaan Perlu Diajarkan di Sekolah

Jakarta - Materi kewirausahaan perlu ditanamkan di kurikulum pendidikan Indonesia. Menurut Dekan Sampoerna School of Education, Paulina Pannen, saat ini pendidikan wirausahaan hanya berhenti dalam pembuatan modul pembelajaran dan pengembangan usaha.

Sedangkan yang menjadi inti dari jiwa wirausaha, seperti membentuk manusia kreatif dan inovatif, justru tidak tersentuh. "Inilah yang menyebabkan wirausaha di Indonesia tidak berkembang," kata Paulina ketika di temui seusai pembukaan National Educators Conference 2012 di Jakarta, Selasa, 11 Desember 2012. Padahal, kata guru besar ini, semangat wirausaha ini merupakan bagian dari pembangunan karakter pendidikan yang harus terus dikembangkan.

Menurut Head of Human Development Unit of World Bank, Mae Chu Chang, pendidikan di Indonesia hampir tidak mendorong siswa untuk mengembangkan potensi mereka. Pendidikan di Indonesia cenderung mencegah siswa berani untuk mengambil risiko dan tidak menoleransi kegagalan. Inilah yang menyebabkan keuntungan wiraswasta tidak dikenal oleh para siswa. Pengusaha Sandiaga Uno mengatakan, kewirausahaan harusnya sudah diterapkan sejak dini, misalnya melalui kurikulum pendidikan. Ia berharap, dengan ini, Indonesia bisa bersaing dengan negara lain. "Kita harus bertransformasi dari jago kandang menjadi nomor satu di dunia," kata Sandi, panggilan Sandiaga Uno. 

Dosen IPB sekaligus pendiri sekolah karakter Indonesia Heritage Foundation, Ratna Megawangi, mengatakan, sekolah dan guru bertugas membangun karakter anak. "Menumbuhkan semangat kreatif, jangan malah membuat murid suka mengkopi guru," tutur Ratna. Perlu diajarkan juga, kata Ratna, murid bersaing tanpa menjatuhkan teman-temannya. Melihat hal ini, dekan Paulina menuturkan, Sampoerna School bersama World Bank dan Mien R. Uno Foundation menggelar konferensi bagi para pendidik di Indonesia yang bertajuk "Membangun Semangat Kewirausahaan di Indonesia". Tujuannya, memberikan panduan dan pemahaman lebih mendalam terkait pentingnya membangun wirausaha sejak dini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah wiraswasta di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 1,56 persen dari jumlah penduduk Indonesia, atau 3,75 orang. Berdasarkan teori David McLelland, seorang sosiolog pembangunan, sebuah negara dapat dikatakan makmur bila jumlah pengusahanya mencapai 2 persen dari jumlah penduduk.


Jumat, 06 Desember 2013

Tak Ada Kata Terlambat Belajar Bahasa Asing

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak yang mengeluh karena di usia yang tak lagi muda, kemampuan bahasa Inggris yang minim menghambat pengembangan akademis dan karier. Sementara, kebutuhan akan penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, bahkan untuk keperluan akademik. Marketing Director English First (EF), Ignatius Untung, mengatakan bahwa bagi orang yang belum menguasai bahasa Inggris dengan baik tak pelu ragu untuk mulai belajar dari awal lagi. Hal ini berlaku untuk siapa saja termasuk bagi orang-orang yang usianya sudah lebih dari 20 tahun. "Tidak ada kata terlambat untuk belajar bahasa. Contohnya saja saya baru mulai memperdalam bahasa Inggris saat umur saya 29 tahun," kata Untung saat jumpa pers Program Go Make History di Senayan City, Jakarta, Selasa (29/1/2013). Ia menceritakan bahwa awalnya dirinya merasa bahwa bahasa Inggris tidak akan menjadi suatu kebutuhan utama di masa depan sehingga tiap mengikuti kursus bahasa Inggris tidak pernah bertahan lama. Namun saat masuk dunia kerja, karirnya sempat tak berkembang karena kemampuan bahasa Inggris yang rendah. "Dari situ saya mulai terpacu untuk belajar lagi. Sama sekali tidak terlambat karena kita sendiri tidak tahu akan sampai kapan di dunia. Jadi belajar selagi bisa. Efeknya berguna untuk masa depan," jelas Untung. Untuk itu, ia menyayangkan adanya wacana yang sempat bergulir mengenai penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris di Sekolah Dasar (SD) Negeri dengan alasan akan merusak nasionalisme dan membuat kemampuan bahasa Indonesia anak menurun. Pasalnya, belajar bahasa Inggris sejak dini ini efeknya baik untuk masa depan. "Bahasa tidak ada hubungannya dengan nasionalisme. Misalnya, orang India saat ini fasih berbahasa Inggris tapi rasa nasionalismenya tetap tinggi," jelas Untung. "Kalau dibilang karena bahasa Inggris lalu anak-anak tidak menguasai bahasa Indonesia. Jangan salahkan bahasa Inggrisnya. Tapi dilihat dulu akar permasalahannya. Semestinya untuk bisa bahasa Inggris anak memang harus mempunyai bahasa Indonesia yang baik dan benar," tandasnya. sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2013/02/04/12173762/Tak.Ada.Kata.Terlambat.Belajar.Bahasa.Asing


Selasa, 05 November 2013

Acara Tahun Baru Islam dan Bulan Bahasa

              Dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1435 H dan bulan bahasa pada tanggal 4 November 2013, OSIS SMAN 1 Indralaya Utara mengadakan acara jalan santai yang diikuti oleh seluruh siswa SMAN 1 Indralaya Utara dan perwakilan dari sekolah-sekolah di sekitar Indralaya, salah satunya MAN Sakatiga, SMK N 1 Indralaya Utara, dan SMPN 5 Indralaya Utara.           
              Para peserta terlihat tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan ini. Peserta jalan santai berkumpul pukul 06.00 WIB di Universitas Sriwijaya dan memulai perjalanan pukul 07.30 WIB menuju SMAN 1 Indralaya Utara. Polisi setempatpun tampak berpartisipasi dalam mengamankan jalannya kegiatan jalan santai ini.

            Acara jalan santai ini dimeriahkan oleh lantunan musik Marching Band SMAN ULTRA. Peserta jalan santai yang telah tiba di SMAN 1 Indralaya Utara disambut meriah oleh anggota Marching Band SMAN ULTRA. Menurut  salah satu peserta jalan santai, mereka sangat senang disambut oleh Marching Band SMAN ULTRA.
            Setelah kegiatan jalan santai selesai acarapun dilanjutkan dengan mengadakan lomba-lomba yang telah direncanakan oleh OSIS SMAN ULTRA. Adapun lomba-lombanya antara lain membuat mading, nasyid, musikalisasi puisi, dan tari. Salah satu lomba diikuti oleh tamu dari sekolah lain.             
                Lomba nasyid diikuti oleh peserta dari SMAN 1 Indralaya Utara, SMPN 5 Indralaya Utara, SMKN 1 Indralaya Utara, dan MAN Sakatiga. Semua peserta telah tampil dengan maksimal. Lomba nasyid ini dimenangkan oleh perwakilah dari MAN Sakatiga sebagai juara pertama, perwakilan dari SMAN 1 Indralaya Utara yang meraih juara kedua, dan SMPN 5 Indralaya Utara yang mendapat juara ketiga.
            setelah semua kegiatan lomba telah selesai, kegiatanpun dilanjutkan dengan pengumuman pembagian doorprize jalan santai. Hadiah doorprize berupa al-qur’an, alat sholat, peci, dan lain-lain.
            Acara memperingati tahun baru Islam dan bulan bahasa ini merupakan acara pertama yang dilaksanakan oleh OSIS SMAN ULTRA periode 2013-2014 .  Semua panitia telah melakukan tugasnya dengan maksimal tanpa kesalahan yang fatal. 
Walau masih ada sedikit masalah mengenai kegiatan acara dan perlengkapannya tapi, OSIS SMAN ULTRA merasa senang karena dapat berpartisipasi untuk mewujudkan berjalannya acara ini.